WordPress NGINX – Debian12
WordPress adalah sistem manajemen konten (Content Management System/CMS) berbasis web yang digunakan untuk membuat dan mengelola website dengan mudah tanpa harus menulis kode dari awal. WordPress bersifat open-source dan menggunakan bahasa pemrograman PHP serta database MySQL atau MariaDB. Platform ini banyak digunakan untuk berbagai jenis website, mulai dari blog pribadi, website perusahaan, hingga toko online, karena menyediakan ribuan tema dan plugin yang dapat menambah tampilan serta fungsionalitas situs.
WordPress dengan NGINX adalah implementasi WordPress yang dijalankan menggunakan web server NGINX sebagai pengganti Apache. NGINX dikenal memiliki performa yang tinggi, ringan, dan efisien dalam menangani banyak koneksi secara bersamaan, sehingga sangat cocok untuk website WordPress dengan trafik tinggi. Dalam konfigurasi ini, NGINX berperan sebagai web server yang melayani permintaan klien, sementara PHP diproses melalui PHP-FPM agar WordPress dapat berjalan dengan optimal dan stabil.
Topologi Jaringan:
Langkah - Langkah Konfigurasi:
1. Periksa Versi OS yang di gunakan dengan perintah
cat /etc/os-release
2. Lakukan pengecekan paket repository yang digunakan dengan melakukan perintah berikut:
cat /etc/apt/sources.list
3. Kita bisa memeriksa statusnya dengan menggunakan perintah:
systemctl status nginx
4. Aktifkan mysql dan nginx dengan perintah:
systemctl enable mysqlsystemctl enable nginx
5. Install paket mariadb dengan melakukan perintah:
apt install msariadb-server mariadb-client
systemctl status mysql
7. Untuk meningkatkan keamanan MySQL, sebaiknya jalankan perintah:
mysql_secure_installation
8. Tambahkan database wordpress pada mysql dengan melakukan perintah:
mysql -u root -p
Setelah masuk ke MySQL, buat database untuk WordPress dengan perintah:
create database wordpress;
Kemudian, buat user database menggunakan perintah:
creat user 'wordpress_user'@'localhost' identified by 'P@55word';
*pastikan kata sandi diganti dengan yang lebih aman.
Selanjutnya, berikan hak akses penuh ke database tersebut dengan perintah:
grant all privilages on wordpress.* to 'wordpress_user'@'localhost';
Agar perubahan diterapkan, jalankan flush privilages;
Jika sudah selesai, keluar dari MySQL dengan melakukan perintah exit;
9. Langkah berikutnya adalah menginstal PHP. PHP digunakan agar website bisa menampilkan konten yang dinamis dan terhubung dengan database. Instalasi dilakukan dengan perintah apt install php-fpm php-mysql. Saat proses instalasi, akan terlihat versi PHP yang dipasang, pada contoh ini adalah php8.2.
10. Setelah PHP terinstal, periksa statusnya dengan menjalankan perintah systemctl status php8.2-fpm (sesuaikan dengan versi PHP yang digunakan). Pastikan status layanan menunjukkan active (running).
11. Selanjutnya lakukan instalasi terhadap file wordpress dengan menjalankan perintah:
wget https://wordpress.org/latest.zip
12. Karena file WordPress yang diunduh berbentuk .zip, kita perlu mengekstraknya terlebih dahulu. Sebelum itu, install paket unzip dengan menjalankan perintah berikut:
apt install unzip
13. Copy file lastest.zip ke direktori /home/(nama_domain)/. Lakukan dengan perintah cp latest.zip /home/(nama_domain)/
Selanjutnya periksa apakah file latest.zip sudah berhasil disalin, sebelumnya kita akan pindahkan ke direktorinya dengan perintah cd /home/(nama_domain)/. Untuk melihat file yang terdapat pada direktori lakukan dengan perintah ls.
14. Extrak paket tersebut dengan perintah unzip latest.zip. Jika sudah maka tampilannya akan seperti pada gambar.
15. Salin semua file WordPress ke direktori /var/www/html/ menggunakan perintah
cp -r * /var/www/html/. Kemudian, ubah kepemilikan folder tersebut menjadi milik www-data dengan perintah chown -R www-data:www-data /var/www/html/. Setelah itu, restart layanan NGINX dengan perintah systemctl restart nginx agar perubahan dapat diterapkan.
16. Langkah berikutnya adalah membuat server block untuk WordPress agar NGINX dapat menjalankan PHP. Untuk memulainya, masuk ke direktori /etc/nginx/sites-available dengan perintah cd /etc/nginx/sites-available. Pindahkan file default menjadi wordpress dengan perintah mv default wordpress. Untuk melihat file yang terdapat pada direktori lakukan dengan perintah ls.
17. Edit file wordpress dengan perintah nano wordpress. Ubah pada bagian server_name dengan (nama_subdomain).
18. Terakhir, restart layanan NGINX dengan perintah systemctl restart nginx agar konfigurasi server block yang baru dapat diterapkan. Setelah itu, periksa apakah ada kesalahan konfigurasi dengan menjalankan perintah nginx -t.
19. Selanjutnya, buka domain server melalui browser. Jika berhasil, halaman instalasi WordPress akan muncul secara otomatis. Untuk memulai proses ini, kita dapat melanjutkan dengan mengklik opsi Let’s go!
Komentar
Posting Komentar