Shared Hosting - Ubuntu Sever
Topologi
Persiapan
Langkah - Langkah Konfigurasi:
1. Lakukan konfigurasi IP Address virtual diterapkan pada interface kedua, yaitu ens37, sedangkan interface pertama (ens33) difungsikan sebagai jalur koneksi ke internet. Proses pengaturan ini menggunakan berkas konfigurasi yang terletak di /etc/netplan/00-installer-config.yaml. Adapun pengaturan IP Address yang digunakan adalah sebagai berikut:
network:ethernets:ens33:dhcp4: noaddresses:- 192.168.0.155/24gateway4: 192.168.0.1ens37:dhcp4: noaddresses:- 9.9.9.1/24- 9.9.9.2/24- 9.9.9.3/24
2. Untuk menerapkan konfigurasi interface, gunakan perintah:
netplan apply
Untuk memastikan bahwa IP Address pada interface telah berhasil diperbarui, dapat digunakan perintah berikut:
ip a
3. Sebelum melanjutkan proses konfigurasi, tentukan terlebih dahulu IP Address yang akan digunakan oleh masing-masing client. Agar lebih mudah saat melakukan konfigurasi, sebaiknya IP tersebut dicatat terlebih dahulu.
4. Langkah selanjutnya yaitu melakukan instalasi paket Apache2. Untuk melakukannya, masukkan perintah apt install bind9 dnsutils apache2 w3m -y. Setelah itu, ketik y lalu tunggu sampai proses instalasi selesai.
5. Selanjutnya, masuk ke direktori /etc/bind kemudian tambahkan tiga zona domain dan satu zona domain IP (ARPA) ke dalam file named.conf.local. Adapun konfigurasi yang perlu ditambahkan pada file named.conf.local adalah sebagai berikut:
zone "abinaya.net"{type master;file "/etc/bind/abinaya";};zone "putra.id"{type master;file "/etc/bind/putra";};zone "team11.org"{type master;file "/etc/bind/team11";};zone "9.9.9.in-addr.arpa"{type master;file "/etc/bind/ip";};
6. Setelah itu, langkah berikutnya adalah membuat file zona untuk masing-masing domain serta menambahkan zona IP. Caranya yaitu dengan menyalin file zona domain bawaan db.local dan file zona IP default db.127 sebagai dasar konfigurasi. Lakukan dengan menggunakan perintah:
cp db.local abinayacp db.local putracp db.local team11cp db.127 ip
7. Buka file zona untuk domain pertama (abinaya.net). Misalnya, file zona domain tersebut diberi nama abinaya. Gunakan editor nano untuk mengedit file tersebut, kemudian tambahkan A Record dan www. Setelah selesai, simpan perubahan yang telah dibuat di editor nano.
8. Buka file zona untuk domain kedua (putra.id) dengan nama file putra. File tersebut dapat dibuka menggunakan perintah nano putra, Lalu tambahkan A Record dan www, jika sudah simpan file tersebut.
9. Buka file zona untuk domain ketiga (team11.org) dengan nama file team11. File tersebut dapat dibuka menggunakan perintah "nano team11", Lalu tambahkan A Record dan www, jika sudah simpan file tersebut.
10. Terakhir, tambahkan file zona IP untuk ketiga DNS yang telah dibuat. Pada zona IP tersebut, tambahkan PTR Record untuk masing-masing DNS yang ingin dimasukkan.
11. Selanjutnya, buka file named.conf.options yang berada di direktori /etc/bind, kemudian tambahkan konfigurasi nameserver berupa IP Gateway yang terhubung ke internet.
12. Jika suda, untuk menerapkan perubahan, gunakan perintah service bind9 restart .
13. Selanjutnya, pada Ubuntu Server, ketika kita menambahkan DNS ke dalam file resolv.conf, isi file tersebut akan hilang setelah sistem direboot. Namun, untuk keperluan percobaan, kita akan menambahkan DNS terlebih dahulu pada resolv.conf agar nantinya dapat memverifikasi domain yang sudah dibuat.
14. Lakukan verifikasi pada ketiga domain dengan melakukan perintah ping Bila berhasil mendapatkan reply, maka konfigurasi domain sudah berhasil dilakukan.
15. Sekarang, kita akan membuat agar file resolv.conf tidak hilang meskipun sistem direboot. Untuk itu, lakukan instalasi paket resolvconf dengan menjalankan perintah:
apt install resolvconf -y.
16. Selanjutnya, tambahkan DNS pada file /etc/resolvconf/resolv.conf.d/head. Gunakan editor nano untuk mengeditnya, kemudian jangan lupa menyimpan perubahan agar konfigurasi resolvconf dapat diterapkan.
17. Gunakan perintah resolvconf –enable-updates dan resolvconf -u untuk menerapkan konfigurasi DNS yang telah dibuat.
18. Sekarang, tambahkan IP Address server sebagai DNS pada PC Client. Buka pengaturan Panel IP Address, kemudian masukkan DNS tersebut secara manual.
19. Buka command prompt di PC Client untuk melakukan verifikasi, lalu lakukan ping ke setiap masing masing domain. Jika mendapatkan balasan maka konfigurasi DNS sudah berhasil dilakukan
20. Lakukan verifikasi dengan menjalankan perintah nslookup pada setiap domain. Pastikan perintah tersebut berhasil dan mendapatkan balasan (reply).
21. Langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi untuk web server Apache2. Karena file HTML akan ditempatkan di direktori /home/, maka ubah file apache2.conf dengan menjalankan perintah:
nano /etc/apache2/apache2.conf
22. Setelah itu, salin konfigurasi virtual host default menjadi virtual host untuk domain yang baru. Gunakan perintah copy berikut:
cp 000-default.conf virtualhostbaru.conf
23. Buka file virtual host baru untuk domain pertama, yaitu abinaya.conf. Setelah itu, ubah bagian ServerName menjadi www.(nama domain), kemudian sesuaikan direktori DocumentRoot ke /home/abinaya/. Jika sudah, simpan perubahan pada file tersebut.
24. Selanjutnya ,seperti langkah sebelumnya, buat kembali file virtual host baru untuk domain kedua. Misalnya, file tersebut diberi nama putra.conf. Kemudian, ubah nilai ServerName menjadi www.namadomain dan sesuaikan direktori root ke /home/putra/. Setelah selesai, simpan perubahan tersebut.
25. Jika sudah, seperti langkah sebelumnya, buat kembali file virtual host baru untuk domain kedua. Misalnya, file tersebut diberi nama putra.conf. Kemudian, ubah nilai ServerName menjadi www.namadomain dan sesuaikan direktori root ke /home/putra/. Setelah selesai, simpan perubahan tersebut.
26. Selanjutnya, kita akan membuat akun pengguna untuk setiap client. Sebagai contoh, pada tahap ini pengguna pertama bernama "abinaya". Gunakan perintah adduser untuk menambahkan user baru tersebut.
27. Selanjutnya, gunakan perintah adduser untuk membuat user kedua. Masukkan nama user yang diinginkan, misalnya "putra".
28. Setelah itu, jalankan perintah adduser untuk membuat user ketiga. Masukkan username misalnya "team09" dan kata sandi yang Anda tentukan.
29. Berhasilnya pembuatan ketiga user ini akan memunculkan direktori baru di /home. Kita akan menempatkan file HTML di sana untuk kebutuhan visualisasi domain pada masing-masing web server.
30. Selanjutnya, salin file HTML default yang berada di direktori /var/www/html ke dalam direktori root masing-masing virtual host yang telah ditentukan sebelumnya. Gunakan perintah cp untuk menyalin file HTML default tersebut.
31. Setelah menambahkan user, langkah berikutnya adalah mengubah file HTML pada masing-masing domain agar memiliki tampilan yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan perintah nano /home/(nama user)/index.html.
32. Untuk domain kedua, lakukan perubahan pada file HTML agar menampilkan teks sesuai kebutuhan. Masuk ke direktori root domain kedua menggunakan perintah cd /home/abinaya, kemudian buka dan edit file index.html dengan perintah nano index.html. Sesuaikan isi file sesuai preferensi, lalu simpan perubahan melalui nano editor.
33.Lakukan perubahan pada file HTML untuk domain ketiga dengan menggunakan perintah:
nano /home/(nama user domain ketiga)/index.html
34.Terakhir, aktifkan masing-masing virtual host dengan masuk ke direktori /etc/apache2/sites-available lalu jalankan perintah a2ensite. Setelah itu, jalankan perintah systemctl reload apache2 agar perubahan diterapkan dan virtual host dapat diaktifkan.
35. Lakukan verifikasi konfigurasi shared hosting dengan mengakses setiap web server melalui domain yang telah dikonfigurasi sebelumnya. Jika tampilan web server muncul, berarti konfigurasi shared hosting telah berhasil.
Domain 1
Domain 3
Komentar
Posting Komentar