VPN (Virtual Private Network


Apa itu VPN?

VPN (Virtual Private Network) adalah teknologi jaringan yang memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi jaringan pribadi melalui internet. VPN bekerja dengan cara membuat terowongan (tunnel) aman antara perangkat pengguna dan jaringan tujuan, sehingga data yang dikirim dan diterima tidak dapat dengan mudah diakses oleh pihak lain. Dengan adanya enkripsi, VPN membantu menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi.

Selain untuk keamanan, VPN juga sering digunakan untuk mengakses jaringan secara jarak jauh (remote access). Contohnya, karyawan dapat mengakses jaringan kantor dari luar lokasi seolah-olah mereka sedang terhubung langsung di dalam jaringan tersebut. Hal ini sangat membantu dalam mendukung sistem kerja jarak jauh dan pengelolaan jaringan yang lebih fleksibel.

Manfaat lain dari VPN adalah melindungi privasi pengguna di internet. Dengan VPN, alamat IP asli pengguna dapat disamarkan sehingga aktivitas online menjadi lebih sulit dilacak. Oleh karena itu, VPN banyak digunakan untuk meningkatkan keamanan, menjaga privasi, serta menghindari risiko penyadapan data saat menggunakan jaringan publik.

A. Topologi Jaringan
B. Tujuan
Mengetahui cara melakukan Konfigurasi EHCP pada Ubuntu 20.04 .

C. Persiapan
1. Virtual Box

2. Putty

3. File ISO Ubuntu 20.04
D. Langkah-Langkah Konfigurasi
1. Pada bagian konfigurasi adapter jaringan, pastikan bahwa adapter pertama pada Ubuntu Server disetel ke mode bridge agar dapat mengakses internet. Sementara itu, adapter kedua harus dikonfigurasi sebagai host-only sehingga dapat terhubung ke klien.



2. Selanjutnya, konfigurasi IP address pada file /etc/netplan/50-cloud-init.yaml. Buka file tersebut menggunakan editor nano, kemudian tambahkan konfigurasi berikut:
network:
  versions: 2
  ethernets:
    enp0s3:
      dhcp4: no
      addresses:
        - 192.168.3.105/24
      routes: 
        - to: default
          via: 192.168.3.136
      nameservers:
        addresses:
          -192.168.0.1
          -8.8.8.8
    enp0s8:
      dhcp4: no
      addresses:
        - 108.108.108.1/24


3. Untuk menerapkan konfigurasi IP address, jalankan perintah netplan apply.



4. Verifikasi menggunakan perintah ip address untuk memastikan konfigurasi IP address berhasil. IP address pada adapter 2 (enp0s8) terlihat telah ditambahkan.



5. Karena pada tahap selanjutnya akan dilakukan instalasi paket, jalankan perintah apt update untuk memperbarui daftar paket pada repository yang tersedia.



6. Lakukan pengecekan hostname pada server dengan menjalankan perintah hostnamectl. Melalui perintah tersebut, juga dapat diketahui versi Ubuntu yang sedang digunakan.



7. Tahap berikutnya adalah mengunduh file OpenVPN dari internet dengan menggunakan perintah:
wget https://git.io/vpn -O openvpn-install.sh


8. Gunakan perintah ls untuk memastikan bahwa file openvpn-install.sh telah tersedia pada direktori tempat pengunduhan OpenVPN, sebagai contoh pada direktori /home.



9. Setelah itu, jalankan perintah chmod -v +x pada file openvpn-install.sh agar skrip tersebut dapat dieksekusi. Perintah ini akan menambahkan izin eksekusi pada file sekaligus menampilkan informasi perubahan izin yang dilakukan.



9. Setelah izin eksekusi diberikan, proses dapat dilanjutkan dengan melakukan instalasi OpenVPN menggunakan perintah berikut:
./openvpn-install.sh


10. Pada tahap ini akan muncul proses setup instalasi OpenVPN. Pengguna diminta untuk memasukkan IP address yang akan digunakan oleh OpenVPN. Karena koneksi dilakukan dengan client, gunakan IP address 105.105.105.1 yang terhubung dengan interface enp0s8. Selanjutnya, pilih protokol komunikasi UDP dan biarkan port tetap pada nilai default, yaitu 1194. Untuk DNS server, pilih Current system resolvers agar sesuai dengan konfigurasi sistem yang digunakan. Terakhir, tentukan nama client, misalnya "Team05-Client".


11. Setelah proses instalasi OpenVPN selesai, pada baris terakhir akan muncul pesan “Finished” yang menandakan bahwa instalasi telah berhasil diselesaikan tanpa kendala.

12. Lakukan verifikasi terhadap file OpenVPN yang akan disalin ke sistem Windows. File tersebut berada pada direktori /root. Akses direktori tersebut menggunakan perintah cd /root. Apabila file sudah tersedia, maka file OpenVPN untuk client akan terlihat di dalam direktori /root.

13. Selanjutnya, lakukan verifikasi terhadap file key OpenVPN. Proses verifikasi dapat dilakukan dengan mengakses direktori /etc/openvpn/server/easy-rsa/pki/private. Pastikan file key telah berhasil dibuat secara otomatis selama proses instalasi, karena file ini diperlukan untuk proses autentikasi dan keamanan koneksi VPN.

14. Selanjutnya, gunakan perintah ip a untuk memeriksa apakah antarmuka IP tunneling telah muncul. Apabila konfigurasi OpenVPN berhasil, akan terlihat antarmuka baru dengan alamat IP yang sesuai dengan pengaturan sebelumnya.

15. Langkah selanjutnya adalah mengaktifkan UFW (Uncomplicated Firewall) yang berfungsi untuk mengontrol lalu lintas jaringan dengan menetapkan aturan izin atau penolakan terhadap koneksi masuk dan keluar. Pada konfigurasi ini, UFW perlu diatur agar mengizinkan lalu lintas pada port 1194 yang digunakan oleh OpenVPN serta port 22 untuk akses SSH.

16. Langkah selanjutnya adalah menambahkan konfigurasi NAT (Network Address Translation) yang berfungsi untuk mengonversi IP private menjadi IP publik. Gunakan perintah berikut untuk menambahkan aturan NAT. Setelah itu, lakukan verifikasi untuk memastikan bahwa IP tunneling telah diarahkan ke POSTROUTING dengan menjalankan perintah berikut:
iptables -t nat -A POSTROUTING -o enp0s3 -j MASQUERADE 
iptables - t nat -L

18. Karena file OpenVPN untuk client akan disalin ke PC Windows melalui WinSCP, pindahkan file tersebut ke dalam direktori /home. Gunakan perintah cp untuk menyalin file OpenVPN ke direktori /home.

18. Buka aplikasi WinSCP pada PC-remote, kemudian lakukan login ke server Ubuntu menggunakan IP address, username, dan password yang sesuai.

19. Unduh file OpenVPN untuk client yang telah disalin ke direktori /home. File tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai konfigurasi OpenVPN pada PC client.

20. Buat sebuah direktori pada PC remote untuk menyimpan file OpenVPN client dan installer OpenVPN. Installer OpenVPN dapat diunduh melalui link ini.

21. Selanjutnya, buka Properties pada direktori tersebut, kemudian pada menu Advanced Sharing aktifkan opsi Share this folder. Setelah itu, klik Apply dan OK untuk menyimpan perubahan yang telah diterapkan.

23. Selanjutnya, buka VM Settings pada VM Client dan masuk ke menu Shared Folders. Tambahkan shared folder dengan menentukan Folder Path, aktifkan opsi Auto-mount, lalu klik OK untuk menyimpan pengaturan.

24. Buka File Explorer yang ada di VM Windows Client dan pilih This PC. Nanti akan muncul file yang tadi ditambahkan pada Shared Folders

25. Salin file yang ada di dalam folder tersebut ke penyimpanan internal VM Windows Client.

26. Setelah file berhasil disalin, jalankan installer OpenVPN untuk melakukan instalasi OpenVPN pada VM Client. Pada tahap ini, klik opsi Install Now.

27. Setelah proses instalasi OpenVPN selesai, pilih opsi Close untuk mengakhiri proses instalasi OpenVPN.

28. Selanjutnya akan muncul pesan pop-up seperti berikut. Pesan tersebut menandakan bahwa file OpenVPN client perlu diunggah ke dalam direktori "/Program Files/OpenVPN/config".

29. Lakukan penyalinan file OpenVPN client ke dalam direktori "/Program Files/OpenVPN/config" agar OpenVPN dapat dijalankan pada PC Client.

30. Selanjutnya, klik kanan pada ikon yang ditandai dengan warna merah hingga muncul beberapa opsi. Untuk melakukan koneksi ke OpenVPN, pilih opsi Connect.

31. Jika koneksi OpenVPN berhasil, ikon akan berubah menjadi warna hijau dan pada detailnya akan muncul pop-up dengan status Connected.

33. Buka Command Prompt pada PC Client, lalu periksa IP Tunneling dengan menjalankan perintah ipconfig. Jika alamat IP Tunneling telah muncul, maka konfigurasi OpenVPN dinyatakan berhasil.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konfigurasi dan Instalasi DHCP Server Pada Debian 12

Cara penginstalasi Windows 10 pada VirtualBox

Konfigurasi DNS Server Di PNETLAB